
Gandeng Dinas Kelautan dan Perikanan dan DPRD DIY, Garda Institute Adakan Pelatihan Budidaya Air Tawar
Sleman — Garda Institute menggelar pelatihan budidaya air tawar bagi warga di Balai RW 35 Huntap Dongkelsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan budidaya perikanan.
Pelatihan tersebut terlaksana melalui kerja sama Garda Institute dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta DPRD DIY. Program ini menyasar Kelompok Merapi Tani Sembada yang selama ini mendapat pendampingan dari Garda Institute dalam pengembangan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Pendampingan dilakukan dengan semangat membangun kapasitas warga agar mampu mengelola potensi lokal secara produktif. Budidaya air tawar, khususnya lele, dipandang dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan ekonomi warga yang relatif mudah dikembangkan, sekaligus berkontribusi terhadap ketersediaan pangan keluarga dan lingkungan sekitar.
Anggota DPRD DIY, Dr. Stevanus C. Handoko, yang hadir dalam kegiatan tersebut, berharap dukungan pemerintah melalui program budidaya perikanan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
GITA LAUT 2026, Aksi Bersama Jaga Kelestarian Laut di Pantai Congot
“Bantuan pemerintah yang diberikan diharapkan dapat menambah pemasukan warga dan memperkuat kemandirian pangan,” ujar Stevanus.
Sementara itu, Ketua Kelompok Merapi Tani Sembada, Anwar Shidqi, menyampaikan bahwa warga menunjukkan antusiasme tinggi dalam menjalankan program budidaya yang didukung Dinas Kelautan dan Perikanan DIY tersebut. Menurutnya, keterlibatan warga terlihat dari pembagian tugas harian dalam pemeliharaan ikan.
“Warga secara bergilir bertugas memberikan pakan lele,” kata Anwar.
Partisipasi kolektif warga tersebut menjadi modal penting bagi keberlanjutan program. Selain memperkuat rasa memiliki terhadap bantuan dan sarana budidaya yang diberikan, pola kerja bersama juga diharapkan dapat membangun solidaritas serta kemampuan manajerial kelompok dalam mengelola usaha perikanan.
Garda Institute Dampingi “Tani Merapi Sembada” Tebar 8.000 Benih Lele
Garda Institute selaku pendamping pemberdayaan masyarakat menilai program budidaya air tawar perlu dijalankan secara berkelanjutan, tidak berhenti hanya dalam satu periode program. Ke depan, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan kegiatan tersebut secara mandiri, baik melalui peningkatan kapasitas budidaya, pengelolaan hasil panen, maupun penguatan kelembagaan kelompok.
Melalui sinergi antara masyarakat, organisasi pendamping, pemerintah daerah, dan DPRD DIY, program budidaya air tawar di Huntap Dongkelsari diharapkan dapat tumbuh menjadi salah satu penggerak ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi warga di kawasan lereng Merapi.



