
Garda Institute Dampingi “Tani Merapi Sembada” Tebar 8.000 Benih Lele
Sleman, Garda Institute – Garda Institute bersama Dr. Stevanus C. Handoko, Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mendampingi Kelompok Tani “Tani Merapi Sembada” dalam kegiatan penebaran 8.000 benih lele di kawasan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Minggu (7/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian dan perikanan berbasis komunitas.
Program tersebut dilaksanakan di lahan budidaya milik Tani Merapi Sembada dan menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas produksi ikan lele lokal di wilayah DIY. Selain penebaran benih, Garda Institute juga mendukung masyarakat melalui penyediaan tujuh kolam lele bundar yang akan dikelola secara bersama oleh kelompok tani setempat.
Dorong Kemandirian Produksi Lele di Yogyakarta
Direktur Garda Institute menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mendampingi masyarakat agar mampu mengembangkan sektor ekonomi produktif yang berkelanjutan.
“Budidaya lele memiliki potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat. Melalui pendampingan, penyediaan sarana, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, kami berharap masyarakat dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal,” ujar Bara Wahyu Riyadi, S.E., M.M Direktur Garda Institute.
Menurutnya, kebutuhan ikan lele di Daerah Istimewa Yogyakarta masih sangat tinggi. Namun, sebagian kebutuhan pasar masih dipenuhi dari pasokan luar daerah. Data Dinas Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa kebutuhan konsumsi lele di Yogyakarta mencapai sekitar 30 ton per hari, sementara sebagian besar pasokan masih berasal dari wilayah lain seperti Jawa Tengah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peluang pengembangan budidaya lele di DIY masih sangat terbuka. Bahkan berbagai kajian menyebutkan bahwa pasokan lokal belum sepenuhnya mampu memenuhi permintaan pasar sehingga ruang pertumbuhan bagi pembudidaya masih sangat besar.
Kolaborasi Garda Institute dan DPRD DIY untuk Pemberdayaan Masyarakat
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Stevanus C. Handoko mengapresiasi inisiatif Garda Institute yang terus mendorong program-program pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan lokal.
Menurutnya, kolaborasi antara lembaga masyarakat, pemerintah, dan kelompok tani menjadi faktor penting dalam memperkuat ekonomi warga. Melalui dukungan sarana budidaya serta pendampingan yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan usaha perikanan yang produktif dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi sektor perikanan. Sepanjang tahun 2025, produksi perikanan DIY mencapai lebih dari 106 ribu ton dengan tren yang terus meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Menjadi Model Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal
Anwar Shidqi, Ketua Kelompok Tani Tani Merapi Sembada menyambut baik dukungan yang diberikan Garda Institute dan DPRD DIY. Menurutnya, bantuan benih dan kolam budidaya akan memperkuat kapasitas kelompok dalam mengembangkan usaha perikanan yang selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat sekitar lereng Merapi.
Melalui penebaran 8.000 benih lele dan pengelolaan tujuh kolam budidaya, kelompok tani berharap dapat menghasilkan panen yang optimal sekaligus menjadi contoh pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Ke depan, Garda Institute berkomitmen untuk terus menghadirkan program pendampingan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan ekonomi produktif di berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. ***


