
Panen 641 kg Lele, Kelompok Dampingan Garda Institute, Merapi Tani Sembada, Adakan Syukuran
SLEMAN — Kelompok Merapi Tani Sembada (MTS), kelompok petani dampingan Garda Institute di Huntap Dongkelsari, Sleman, berhasil memanen 641 kilogram ikan lele pada periode budidaya perdana. Keberhasilan tersebut disyukuri warga melalui kegiatan makan bersama sebagai bentuk rasa terima kasih sekaligus penguat komitmen untuk melanjutkan budidaya pada periode berikutnya.
Panen lele dilakukan oleh warga RT 02 RW 39 Huntap Dongkelsari, Sleman, yang menerima dan mengelola program budidaya tersebut secara mandiri. Capaian panen 641 kilogram dinilai menjadi produktivitas yang baik untuk tahap awal pengelolaan kolam oleh kelompok masyarakat.
Program budidaya lele Merapi Tani Sembada bermula dari bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Juni 2026. Bantuan tersebut difasilitasi oleh Dr. Stevanus, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bantuan yang diberikan meliputi tujuh kolam terpal, 8.000 ekor benih lele, serta pakan untuk mendukung masa awal budidaya. Fasilitas tersebut kemudian diterima dan dikelola warga secara gotong royong melalui Kelompok Merapi Tani Sembada.
Ketua Merapi Tani Sembada, Anwar Sidqi, menyampaikan bahwa bantuan pemerintah tersebut sangat membantu warga, khususnya dalam membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat di lingkungan Huntap Dongkelsari.
“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan pemerintah ini. Program budidaya lele ini memberi peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat. Kami berkomitmen untuk melanjutkannya pada periode berikutnya,” ujar Anwar Sidqi.
Menurut Anwar, keberhasilan panen pertama menjadi modal penting bagi kelompok untuk memperkuat tata kelola budidaya, meningkatkan kemampuan warga, serta mengembangkan kegiatan ekonomi produktif berbasis masyarakat. Sebagai Ketua Kelompok Merapi Tani Sembada sekaligus Ketua RW 39, ia menyatakan akan terus mendorong warga agar budidaya lele dapat berkelanjutan.
Kelompok Tani Dampingan Garda Institute Panen Perdana 1,5 Kuintal Lele
Meski mencatat hasil panen yang baik, kelompok masih menghadapi tantangan utama berupa tingginya harga pakan ikan. Biaya pakan menjadi salah satu komponen terbesar dalam budidaya lele, sehingga warga perlu melakukan perhitungan lebih cermat agar usaha tetap memberikan manfaat ekonomi.
“Ke depan, kami masih perlu mencari dan mengembangkan alternatif pakan yang lebih efisien, tetapi tetap memenuhi kebutuhan nutrisi lele. Hal itu penting agar budidaya berikutnya dapat berjalan lebih baik dan hasilnya semakin optimal,” kata Anwar.
Putra Putri Bahari DIY 2026: Menguatkan Peran Generasi Muda untuk Pesisir yang Lestari
Garda Institute mendampingi Kelompok Merapi Tani Sembada dalam penguatan kegiatan masyarakat, termasuk mendorong kemandirian warga dalam menjalankan budidaya perikanan. Pendampingan tersebut diarahkan agar bantuan sarana dan benih tidak berhenti sebagai program sesaat, melainkan berkembang menjadi kegiatan produktif yang dikelola secara kolektif oleh masyarakat.
Syukuran panen dilakukan dalam suasana sederhana dan penuh kebersamaan. Warga RT 02 RW 39 Huntap Dongkelsari menikmati makan bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil kerja gotong royong selama masa budidaya.
Panen perdana 641 kilogram lele ini menjadi penanda awal bagi Merapi Tani Sembada untuk membangun budidaya lele yang berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah, pengelolaan mandiri warga, pendampingan Garda Institute, serta inovasi pakan yang lebih terjangkau, kelompok tersebut berharap budidaya lele dapat terus menjadi sumber penguatan ekonomi masyarakat Huntap Dongkelsari. (yb)



